Geograddict’s Weblog
Everything that u wanna write about this Earth

Jun
02

Perkembangan suatu wilayah sekarang ini dirasa begitu cepat, tidak hanya aspek fisik tetapi juga aspek ekonomi dan budaya. Perkembangan yang cepat ini memberikan dampak yang besar sehingga permasalahan yang timbulpun semakin kompleks. Adanya kenyataan bahwa pertumbuhan suatu wilayah kadang menunjukan sifat-sifat yang tak terkendali bisa menciptakan bagian kawasan tertentu yang tak terkontrol pembangunannya oleh sebab itu perlu berbagai penanganan yang terarah agar tercipta lingkungan yang terkendali kelestariannya dengan perencanaan dan pemantauan pembangunan yang baik. Evaluasi perencanaan dan pemantauan yang terarah merupakan syarat yang mutlak dalam dinamika pembangunan yang berkelanjutan, dengan pembangunan terencana inilah dapat ditentukan tahapan pembangunan secara tertib berdasarkan prioritas dengan memperhatikan daya dukung SDA dan SDM.

Untuk melakukan kegiatan misalnya penataan ruang, diperlukan informasi keruangan yang mengandung aspek lokasi, dimensi temporal dan dimensi tematis. Wujud informasi keruangan dituangkan dalam bentuk peta. Suatu wilayah mempunyai banyak aspek yang dapat diungkapkan sehubungan  dengan karakteristik suatu daerah yang dipadukan dalam GIS untuk menghasilkan suatu keputusan dan kebijaksanaan. Budidaya suatu wilayah mempunyai peranan penting bagi wilayah itu sendiri serta masyarakat disekitarnya. Sistem dari lahan yang berkaitan erat satu sama lain adalah daerah permukiman, industry, hutan, perkebunan dan sebagainya yang akan berubah setiap saat. Perubahan tersebut ada yang sesuai tapi banyak pula yang tidak sesuai dengan perencanaan tata ruang yang telah ditetapkan dimana ketidaksesuaian tersebut dapat mengakibatkan gangguan pada keseimbangan lingkungan. Oleh karena itu perlu dilakukan pemantauan terhadap wilayah itu. Hal ini secara efektif dan efisien dapat dilakukan dengan teknologi GIS.

GIS memberikan kemampuan analisis yang berkaitan dengan aspek keruangan. Basis data GIS yang dibangun berdasarkan pada sasaran analisis yang diharapkan bisa membantu upaya pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pengelolaan suatu wilayah. Satu hal penting dalam GIS yang dapat dioptimalkan dari pemanfaatan adalah adanya penyajian informasi dengan kaidah geografis sehingga dapat bermakna dalam analisis keruangan. Disini peran GIS sebagai salah satu sistem informasi keruangan selain dapat membantu proses pengambilan keputusan juga dibuat sebagai model. Melalui model GIS maka proses pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan serta pemantauan pembangunan suatu wilayah dapat dilaksanakan dengan tepat dan cepat dengan mengandalkan data yang optimum.

Mei
23

GIS yang jelas mempunyai karakteristik sebagai pengelola basis data (DBMS) juga alat analisis keruangan dan sekaligus proses komunikasi untuk pengambilan keputusan, mampu menyajikan informasi spasial maupun non spasial secara bersamaan. Untuk permasalahan mengenai wilayah peruntukan bangunan, dalam GIS bisa dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :

  • Pengumpulan data, meliputi data fisik dan sosial
  • Data-data yang terkumpul diolah menjadi data GIS digital, dengan cara digitasi garis dan polygon, kemudian hasilnya berupa peta digital yang telah melewati tahap editing, transformasi dan anotasi.
  • Analisa data, dilakukan metode korelasi atau overlay sehingga didapat wilayah peruntukan bangunan berdasarkan jumlah penduduk, jumlah bangunan, kerapatan jaringan jalan, lereng dan penggunaan tanah. Setelah proses klasifikasi maka bisa dilihat distribusinya, lalu dikelompokan atau pengwilayahan. Untuk proses permodelan, itu merupakan aktivitas dalam memilah data untuk dikaji hubungan antar unsur-unsur informasi satu dengan lainnya.

Dengan aplikasi GIS dalam menganalisa dan menampilkan data yang bersifat spasial, pekerjaan akan lebih cepat dan efisien terutama didukung oleh basis data yang lengkap dan akurat.

Mei
16

Data Raster

 

Kelebihan :

  • Letak geografis dinyatakan secara eksplisit berdasarkan posisi pixel/grid cell
  • Sifat penyimpanan data dalam matriks membuat analisis data lebih mudah dan cepat
  • Sifatnya inherent (tiap area memiliki atribut sendiri) sehingga memudahkan pemodelan matematik atau analisa kuantitatif
  • Kompatibel dengan data lain dan alat keluarannya (monitor, printer dan plotter)

Kekurangan :

  • Resolusi ditentukan oleh ukuran sel, makin kecil makin akurat tetapi makin besar datanya
  • Sulit untuk analisis jaringan dan representasi feature garis karena tergantung ukuran pixel
  • Pemrosesan data atribut dikaitkan dengan data spasial akan merepotkan karena sifatnya yang inherent tadi
  • Karena sebagian besar data rujukan berbentuk vektor maka diperlukan konversi dari raster ke vektor
  • Hasil cetak data raster tidak sebaik hasil cetak data vektor (jigsaw)

 

Data Vektor

 

Kelebihan :

  • Data dipresentasikan pada resolusi yang sesungguhnya
  • Hasil cetak vektor lebih estetis dan memenuhi standar kartografi
  • Sebagian besar data rujukan berbentuk vektor/peta, jadi tidak perlu konversi data
  • Lokasi geografis dapat dibuktikan keakuratannya
  • Informasi topologi dapat disimpan dengan efisian, sehingga analisapun bisa efisien

 

Kekurangan :

  • Koordinat tiap titik/verteks harus disimpan secara eksplisit
  • Diperlukan pembentukan struktur topologi yang memakan waktu dimana setiap perubahan perlu pembangunan ulang struktur tersebut
  • Algoritma vektor kompleks dengan waktu proses yang tinggi untuk data besar
  • Data kontinu, seperti tinggi permukaan bumi perlu dilakukan dengan cara interpolasi
  • Analisis spatial, registrasi dan filtering tidak dapat dilakukan dengan pendekatan vektor
Mei
09

Map Server untuk Web Mapping 

Pada tulisan sebelumnya telah sedikit diperkenalkan tentang Web Mapping, dan di tulisan kali ini akan dibahas tentang MapServer sebagai basis dari pembuatan WebMapping. Sebelum membuat WebMapping berbasis MapServer, sebaiknya lebih dulu kita mempelajari bahasa HTML, yaitu file ASCII yang isinya dapat diolah oleh browser seperti IE atau Netscape pada umumnya, dengan file ASCII maka kita cukup membuat dengan editor sederhana seperti pada Notepad lalu disimpan dengan ekstensi .html dan .htm.

HTML TAG

Dalam HTML biasanya setiap perintah selalu diawali oleh tanda ‘<’ (lebih kecil) dan diakhiri dengan tanda ‘>’ (lebih besar). Tanda dan perintah itulah yang biasanya disebut dengan HTML Tag. Misal : <TITLE> merupakan HTML Tag untuk menampilkan judul pada browser. Lalu untuk mengakhiri tag title digunakan </ TITLE>

Struktur File HTML

Dalam sebuah file HTML biasanya mempunyai struktur seperti :

 <HTML>

 <HEAD>

            ….       

            <TITLE> …. </ TITLE>

            ….

</ HEAD>

<BODY>

….

….

….

</ BODY>

</ HTML>

             

Penjelasan :

            <HTML></ HTML> : Seluruh file HTML yang terstruktur harus menggunakan tag <HTML> diawal dan diakhiri dengan tag </ HTML> pada file HTML itu.

            <HEAD></ HEAD> : Biasanya digunakan untuk menyisipkan informasi tambahan yang harus di-load lebih dulu oleh browser.

            <BODY></ BODY> : Digunakan untuk meletakan seluruh isi dari halaman HTML yang akan ditampilkan di browser.

  • Menampilkan Judul Pada Browser

Untuk menampilkan judul pada browser digunakan <TITLE> Judul </ TITLE> yang diletakan pada bagian HEAD pada file HTML.

  • Menampilkan Tulisan

Pada dasarnya, jika kita akan menuliskan text apapun (selain HTML Tag) maka akan ditampilkan pada browser dengan catatan text tersebut diletakan pada bagian BODY.

  • Menampilkan Gambar

HTML juga dapat menampilkan gambar-gambar (Image) raster yang berasal dari file gambar (JPEG, GIF, PNG).

  • Menambahkan LINK dan Mengirim Data

Dalam HTML juga kita bisa menambahkan file yang berhubungan (LINK) juga pengiriman data. Data yang bisa dikirim dapat berupa data karakter, angka, logika (True/False) atau data gambar/image. Data tersebut bisa masuk dengan terlebih dahulu dibuatkan lembar pengisian atau FORM.

Tag-tag HTML lainnya tentu masih banyak, tidak dijelaskan semua karena tag-tag yang telah dibahas ini dinilai cukup untuk membuat WebMapping berbasis MapServer. Perlu diketahui juga bahwa HTML hanya merupakan bahasa untuk desain halaman, sedangkan untuk halaman yang lebih dinamis dibutuhkan bahasa pemrograman lain, misalnya JavaScript.

Apr
30

Kontribusi Geografer Muslim

Sederet geografer Muslim telah banyak memberi kontribusi bagi pengembangan ilmu bumi. Al-Kindi diakui begitu berjasa sebagai geografer pertama yang memperkenalkan percobaan ke dalam ilmu bumi. Sedangkan, Al-Biruni didapuk sebagai ‘bapak geodesi’ yang banyak memberi kontribusi terhadap geografi dan juga geologi.

John J O’Connor dan Edmund F Robertson menuliskan pengakuannya terhadap kontribusi Al-Biruni dalam MacTutor History of Mathematics. Menurut mereka, ‘’Al-Biruni telah menyumbangkan kontribusi penting bagi pengembangan geografi dan geodesi. Dialah yang memperkenalkan teknik pengukuran bumi dan jaraknya dengan menggunakan triangulation.’’

Al-Biruni-lah yang menemukan radius bumi mencapai 6.339,6 km. Hingga abad ke-16 M, Bangsa Barat belum mampu mengukur radius bumi seperti yang dilakukan Al-Biruni. Bapak sejarah sains, George Sarton, juga mengakui kontribusi sarjana Muslim dalam pengembangan geografi dan geologi. ‘’Kita menemukan dalam tulisannya metode penelitian kimia, sebuah teori tentang pembentukan besi.’’

Salah satu kekhasan yang dikembangkan geografer Muslim adalah munculnya bio-geografi. Hal itu didorong oleh banyaknya orang Arab di era kekhalifahan yang tertarik untuk mendistribusi dan mengklasifikasi tanaman, binatang, dan evolusi kehidupan. Para sarjana Muslim mencoba menganalisis beragam jenis tanaman.

Geografer Muslim di Era Keemasan

Hisyam Al-Kalbi (abad ke-8 M)
Dia adalah ahli ilmu bumi pertama dalam sejarah Islam. Hisyam begitu populer dengan studinya yang mendalam mengenai kawasan Arab.

Musa Al-Khawarizmi (780 M – 850 M)
Ahli matematika yang juga geografer itu merevisi pandangan Ptolemaues mengenai geografi. Bersama 70 puluh geografer lainnya, Al-Khawarizmi membuat peta globe pertama pada tahun 830 M.

Al-Ya’qubi (wafat 897 M)
Dia menulis buku geografi bertajuk ‘Negeri-negeri’ yang begitu populer dengan studi topografisnya.

Ibn Khordadbeh (820 M – 912 M)
Dia adalah murid Al-Kindi yang mempelajari jalan-jalan di berbagai provinsi secara cermat dan menuangkannya ke dalam buku Al- Masalik wa Al-Mamalik (Jalan dan Kerajaan).

Al-Dinawari (828 M – 898 M)
Geografer Muslim yang juga banyak memberi kontribusi pada perkembangan ilmu geografi.

Hamdani (893 M – 945 M)                                                                                                      Geografer Muslim abad ke-9 M yang mendedikasikan dirinya untuk mengembangkan geografi.

Ali al-Masudi (896 M – 956 M)
Nama lengkapnya Abul hasan Ali Al-Ma’sudi. Ia mempelajari faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pembentukan batu-batuan di bumi dengan orisinalitas yang mencengangkan.

Ahmad ibn Fadlan (abad ke-10 M)
Dia adalah geografer yang menulis ensiklopedia dan kisah perjalanan ke daerah Volga dan Kaspia.

Ahmad ibn Rustah (abad ke-10 M)
Ibnu Rustah merupakan geografer yang menulis ensiklopedia besar mengenai geografi. Al Balkhi Memberikan sumbangan cukup besar dalam pemetaan dunia. Al Kindi Selain terkenal sebagai ahli oseanografi, dia juga seorang ilmuwan multitalenta. Sebagai ahli fisika, optik, metalurgi, bahkan filosofi.

Al Istakhar II dan Ibnu Hawqal (abad ke-10 M)
Memberikan kontribusi besar dalam pemetaan dunia.

Al-Idrisi (1099 M)
Ahli geografi kesohor pada zamannya, yang juga dikenal sebagai ahli zoologi.

Al Baghdadi (1162 M)
Seorang geografer Muslim terkemuka.

Abdul-Leteef Mawaffaq (1162 M)
Selain pakar geografi, dia juga merupakan ahli pengobatan.

(disadur dari harian Republika)

Apr
22

Protocol Survey

 

Persiapan Alat

Survey adalah kegiatan lapangan yang dilakukan untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam pengkajian masalah. Data yang dikumpulkan lalu diolah dan dianalisa untuk menemukan jawaban atas permasalahan yang muncul pada penelitian yang sedang dilakukan tersebut. Mengingat pentingnya hal ini, maka persiapan kegiatan survey perlu direncanakan secara matang sebelum ke lapangan, agar data yang diperoleh akan akurat, dapat dipertanggungjawabkan dan yang utama sesuai dengan kebutuhan dan tujuan penelitian.

 

Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk survey terdiri dari GPS Receiver (termasuk kabel data dan baterai), form survey, alat tulis, peta serta kamera.

 

GPS Receiver

Persiapan GPS Receiver ini meliputi aspek teknis pengoperasian sebelum melakukan survey, antara lain :

  • Cek tenaga baterai dengan melihat battery indicator pada Satellite Page, jika indikator menunjukan setengah maka sebaiknya baterai diganti. Gunakan satu set Long Lasting Time baterai yang sejenis karena memiliki daya optimal, jangan gunakan berbagai jenis baterai karena akan mengurangi kinerja secara keseluruhan
  • Penggunaan GPS tanpa henti selama 12 jam sehari (tanpa dimatikan) tentu akan berdampak pada penurunan daya baterai, maka sebaiknya 1 set baterai maksimal dipakai selama 2 hari survey. Penggantian baterai sebaiknya dilakukan 1 set langsung untuk mendukung kinerja baterai yang optimal
  • Untuk memory GPS, periksa ketersediannya dengan melihat Waypoint List di Route yang tersimpan dalam memory receiver. Jika perlu, untuk memaksimalkan kapasitas penyimpanan data maka memory dapat dikosongkan dengan terlebih dahulu membuat back up data yang akan dihapus tersebut ke media lain.
  • Periksa juga layar GPS, apa terdapat goresan atau tidak. Kerusakan layar dapat berdampak pada tidak terbacanya informasi di sebagian area layar GPS. Biasakan tali GPS terikat di pergelangan tangan saat GPS digunakan dan biasakan pula memasukannya ke dalam kantongnya bila tidak digunakan.

Form Survey

Form survey terdiri dari aspek-aspek yang ingin dicatat baik sebagai data utama ataupun sebagai keterangan yang menjelaskan kondisi lingkungan sekitarnya. Oleh sebab itu penjabaran dari tujuan survey ke dalam form survey harus bersifat terperinci dan komprehensif sehingga survey dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

Materi form survey terdiri dari 2 aspek, umum dan khusus.

  1. Aspek Umum meliputi :   

·                    Lokasi absolut (lintang dan bujur)

·                    Lokasi relatif (daerah administrasi)

·                    Nama dan kode titik (waypoint)

·                    Identitas instansi dan surveyor

·                    Keterangan alat bantu survey (GPS, peta)

·                    Nomor seri lembar form survey

·                    Nomor foto

·                    Obstruksi (penghalang)

·                    Aksesibilitas lokasi

 

2.   Aspek Khusus

Aspek ini terkait dengan kepentingan pengumpulan data di daerah penelitian, misal jika kita ingin meneliti tentang pelayanan kesehatan di suatu kota maka data yang diambil adalah jenis pelayanan apa saja dan jumlah tiap jenis pelayanan kesehatan tersebut. Sebaiknya banyak form disesuaikan dengan jumlah hari survey, walau pada kenyataannya form survey tidak selalu terisi penuh atau bahkan perlu lebih dari 1 lembar tetapi dengan setiap hari mengganti dengan form baru akan memudahkan dalam pemeriksaan data di akhir kegiatan.

 

Peta Survey dan Alat Tulis

Peta survey merupakan gambaran secara topografis daerah yang akan di survey. Penggunaan peta survey diperlukan untuk membantu surveyor dalam memperkirakan posisi relatif di lapangan, sebelum melakukan plotting dengan GPS ataupun sebagai media back up data secara grafis. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam persiapan peta survey dan alat tulis adalah :

  • Peta yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan survey pengumpulan data. Aspek kedetailan informasi peta yang terlihat dari besar-kecil skala peta sangat berpengaruh terhadap ketepatan penentuan lokasi dari data yang hendak dikumpulkan
  • Gunakanlah pensil dan penggaris dalam memperkirakan posisi surveyor di atas peta, sebelum menggunakan spidol warna

Alat Dokumentasi

Penggunaan alat dokumentasi didalam survey sangat berguna dalam menggambarkan kondisi sebenarnya dari lokasi survey. Salah satu bentuk alat dokumentasi adalah kamera digital, foto-foto yang dihasilkan akan memperkaya deskripsi lokasi survey dengan menampilkan hal-hal yang mungkin kurang terjelaskan melalui form survey. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

·        Rencanakan jumlah foto yang dibutuhkan untuk setiap lokasi survey, sehingga jumlah foto total dalam 1 hari survey dapat ditentukan pula tujuannya agar tingkat resolusi gambar dapat diatur secara optimal sehingga objek foto dapat terlihat dengan jelas.

·        Periksa kondisi baterai dan memory kamera sebelum digunakan. Tingkat resolusi foto menentukan kapasitas memory yang dibutuhkan maka sebaiknya disesuaikan antara tingkat resolusi foto dengan memory yang tersedia dalam GPS serta jumlah foto setiap harinya selama survey dilakukan.

 

Cara Merekam Data

Proses perekaman data dilakukan dengan menggunakan GPS receiver. Data yang direkam dengan GPS meliputi data lokasi absolut titik survey. Langkah-langkah merekam data dalam GPS secara ringkas dapat dijelaskan berikut ini :

  1. Tekan tombol MARK pada GPS. Perhatikan kerapatan objek tutupan (gedung, pohon) yang berada di sekeliling objek, maksimal tidak lebih tinggi dari 15 derajat dari horizon
  2. Setelah keluar menu di GPS, isi waypoint dengan nama/kode titik objek yang diambil. Format nama/kode yang digunakan untuk merekam objek sebaiknya disamakan antar sesama surveyor sebelum survey. Standarisasi kode penting agar proses input nanti dan pemeriksaan datanya lebih mudah dilakukan.
  3. Setelah nama/kode diisikan, arahkan kursor dan klik SAVE untuk menyimpan data lokasi absolut objek yang diambil dalam memory GPS.

Selamat Melakukan Survey..

 “HAPPY EARTH DAY, SELAMAT(kan) BUMI(kita)”

Apr
15

INFORMASI DAN DATA SPASIAL SEBAGAI ASET PUBLIK  

Jakarta, Republika  

Pendayagunaan Informasi Spasial atau informasi yang bereferensi Lokasi Geografis memiliki implementasi yang besar dalam mendukung administrasi publik, pelayanan publik, dan peran-peran internasional yang diemban pemerintah. Tak heran bila data atau informasi spasial selama ini selalu dianggap sebagai aset publik.”Agar sebuah negara dapat memanfaatkan keberadaan data spasial, perlu suatu sinergi ABG plus M atau Akademik, Bisnis, Government (pemerintah) dan Media” ujar Kepala BAKOSURTANAL Rudolf  W. Matindas.

Pihaknya berharap di masa depan masyarakat dan pemerintah Indonesia lebih banyak membangun aplikasi yang memanfaatkan data-data spasial. “kebutuhan dan penggunaan data spasial dalam beberapa tahun terakhir  telah semakin luas dan meningkat, seiring pesatnya perkembangan Teknologi Informasi (TI) dan Komunikasi” kata Matindas.

Pemerintah, menurut Matindas juga telah mendukung sepenuhnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dengan membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan, baik berupa pelatihan, survey dan pemetaan. “Pemerintah juga mendorong keterlibatan institusi  ABG plus M dalam memanfaatkan data spasial tersebut.”

Selain itu,kata Matindas, bersamaan dengan institusi lainnya, Bakosurtanal berusaha mewujudkan suatu Infrastruktur Data Spasial Nasional (IDSN), di  bawah payung hukum Perpres No. 85 / 2007 tentang Jaringan Data Spasial  Nasional. Dalam perpres ini masing-masing instansi menjadi wali data  (custodian) sesuai dengan bidangnya. “Tujuan Akhir dari IDSN adalah adanya suatu portal nasional yang menyediakan semua informasi spasial” ujarnya.

 Praktisi bidang survey dan pemetaan Syamsul Hadi mengaku setuju dengan konsep ABG plus M, namun ia menambahkannya dengan huruf P yang artinya Pengguna (user). “contoh pengguna data spasial adalah masyarakat perbatuan”, ujarnya.

 

 

 

Apr
09

Dasar-dasar Kartografi, Seni, ilmu dan teknik dalam membuat peta

 

Agar tujuan dapat dengan mudah dimengerti penggunanya terpenuhi, sedangkan untuk menyampaikan informasi melalui peta dan hubungan dari kedudukannya dalam ruang muka bumi dengan obyek geografis yang akan disampaikan sangat rumit, oleh karena itu dibutuhkan penyederhanaan obyek geografis, maka pemakaian tatawarna dan simbol sangatlah membantu, yang dalam peta simbol-simbol itu berbentuk titik, garis, dan luasan (polygon).

Penggunaan warna pada peta (dapat juga berupa pola) ditujukan untuk tiga hal yaitu untuk membedakan, untuk menunjukkan kualitas atau kuantitas (gradasi) dan untuk keindahan. Penggunaan beberapa jenis warna untuk hal tertentu tidak ada aturannya, tetapi dilakukan menurut suatu kebiasaan dan perasaan. Sedangkan untuk menunjukkan adanya perbedaan tingkat (gradasi) digunakan satu jenis warna atau pola,  yang penting tingkatan warna yang dipakai benar-benar mencerminkan “makin…” atau “lebih…”, jika hal itu dapat terlihat jelas maka bisa dikatakan peta itu benar, tidak tergantung warna apa yang dipakai pembuatnya.

Untuk menyatakan informasi ke dalam peta kita tidak perlu menggambarkannya seperti bentuk yang sesungguhnya melainkan kita pergunakan gambar pengganti atau simbol. Dengan demikian kita kenal simbol titik untuk menunjukkan tanda, letak sesuatu dan menyatakan kuantitas suatu hal, simbol ini adalah cara terbaik untuk menyatakan penyebaran.

Simbol garis digunakan untuk menunjukkan obyek yang memanjang seperti jalan atau sungai, garis juga bisa digunakan untuk memperlihatkan perbedaan tingkatan atau kuantitas yang disebut isoline. Tujuan dari penggunaan peta garis ini yaitu untuk melihat perbandingan nilai suatu hal pada daerah satu dengan daerah lainnya, sehingga pengguna peta mengetahui nilai setiap daerah. Ada dua jenis peta garis yaitu garis yang letaknya sudah pasti seperti garis ketinggian dan garis batas suatu negara, jenis lain yakni garis yang letaknya tidak pasti karena hasilnya didapat dari perhitungan yang tidak selamanya menghasilkan nilai yang sama atau beraturan. Yang terpenting dari simbol garis ini adalah tidak boleh memotong tapi bisa bersinggungan.

Simbol polygon biasanya digunakan untuk menunjukkan suatu area yang memiliki nilai luas seperti penggunaan tanah, danau dan lain-lain. Yang berbeda dari simbol ini adalah kadang bentuknya yang menyerupai obyek yang sesungguhnya ada di lapangan, tetapi tentu dengan ukuran yang disesuaikan dengan sekala peta.

Apr
04

Ini ada tulisan orang yang menarik, kpd yg bersangkutan mohon maaf bila tulisan ini terpublikasi.

Peta dengan XML
Jika melihat format XML yang berupa tag-tag dalam bentuk teks, akan sulit membayangkan membuat aplikasi SIG berdasarkan XML. Tapi XML bukanlah bahasa pemrograman, melainkan data yang diproses oleh User Agent (aplikasi di server, browser dll) dengan instruksi tertentu.
Jika kita sudah memiliki data GML (baik berupa file yang dihasilkan suatu aplikasi atau stream dari web), data tersebut harus diolah lebih lanjut agar dapat ditampilkan. Dalam GML dimungkinkan untuk merujuk pada suatu skema data sehingga pemrosesan GML dilakukan berdasarkan skema tersebut.
GML kemudian dapat ditransformasikan menggunakan XSL-XSLT, yang dapat dilakukan baik di server (misalnya Cocoon) atau secara lokal (misalnya menggunakan Saxon, atau parsing menggunakan clientside script). Di masa datang diharapkan XSL dapat dilaksanakan langsung di browser.
Setelah melalui proses transformasi, file GML akan menjadi SVG yang dapat dilihat menggunakan browser. (contoh file GML, XSL dan SVG dapat dilihat di bagian akhir). Saat ini, SVG di browser masih memerlukan plug-ins, karena SVG masih merupakan format yang baru, sehingga membutuhkan waktu bagi pembuat browser untuk mengadopsi-nya. Kecuali anda menggunakan browser khusus SVG seperti Amaya atau Batik.
Proses tersebut, mulai dari data, proses dan output semuanya berupa dokumen XML. Hal lainnya adalah proses ini dapat dilakukan menggunakan software-software opensource.
Di masa datang hal ini akan lebih mudah, karena vendor applikasi SIG akan mengadopsi format XML atau turunannya baik untuk proses import atau export. Selain itu perkembangan teknologi GPS memungkinkan untuk langsung memproses data koordinat [11].
XML bukan hanya sekedar suatu format data, dan memang tidak didesain sebagai format penyimpanan semata. Data-data aplikasi SIG besar kemungkinan akan tetap menggunakan format proprietary, karena masing-masing vendor aplikasi SIG mempunyai pertimbangannya masing-masing (efisiensi, investasi yang ditanam dalam format tsb, proteksi dll). XML lebih berguna sebagai sarana pertukaran baik offline atau online.
Untuk database, perlu dipertimbangkan bahwa data XML bersifat hirarkis, sedangkan database relational. Selain itu database saat ini sudah ada yang memiliki kemampuan spasial. Jadi penyimpanan di database akan lebih memadai, dan struktur database-nya terserah kepada masing-masing pihak. Hasil query dapat disusun dan dikirim kepada klien dalam format XML tertentu yang sesuai.

Tulisan ini dipublish sebagai bahan diskusi, silahkan memberikan masukannya..Terima Kasih.

Mar
27

Banyak sekali definisi Geografi, tapi jika secara harafiah Geografi terbentuk dari kata Geo yang artinya Bumi dan Grafi yaitu tulisan atau bisa diartikan Ilmu. Jadi tidak salah jika orang orang menganggap Geografi ini “hanya” ilmu tentang bumi saja, dimana definisi bumi ini juga “hanya” dipahami sebatas fisik bumi (batuan, benua, laut, iklim dll). Padahal seluruh aktivitas kehidupan yang terjadi di bumi bisa kita “geografi-kan”. Berikut adalah definisi paling sederhana dari Geografi :

Geografi adalah studi tentang lokasi dan variasi keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas bumi, Geografi lebih dari sekedar kartografi, studi tentang peta. Geografi tidak hanya menjawab apa dan dimana di atas muka bumi, tapi juga mengapa di situ dan tidak di tempat lainnya, kadang diartikan dengan “lokasi pada ruang.” Geografi selain mempelajari hal-hal baik yang disebabkan oleh alam maupun manusia, juga mempelajari akibat yang disebabkan dari perbedaan yang terjadi. Hubungan keruangan merupakan kunci pada ilmu sinoptik ini, dan menggunakan peta sebagai perangkat utamanya. Kartografi klasik digabungkan dengan pendekatan analisis geografis yang lebih modern kemudian menghasilkan sistem informasi geografis (SIG) yang berbasis komputer. Geografer menggunakan empat pendekatan:

Sistematis – Mengelompokkan pengetahuan geografis menjadi kategori yang kemudian dibahas secara global

Regional – Mempelajari hubungan sistematis antara kategori untuk wilayah tertentu atau lokasi di atas planet.

Deskriptif – Secara sederhana menjelaskan lokasi suatu masalah dan populasinya.

Analitis – Menjawab kenapa ditemukan suatu masalah dan populasi tersebut pada wilayah geografis tertentu.

Jadi bisa disimpulkan sendiri, bahwa Geografi begitu lekat dengan kehidupan kita, mungkin saja kita memang sengaja atau tidak sengaja dalam aktivitas sehari hari  berpikir seperti seorang Geografer, itu membuktikan bahwa secara tidak sadar Geografi sudah tertanam di otak kita suka ataupun tidak. Jadi masih mau menanyakan apa itu Geografi?

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.